Minggu, 29 Desember 2024

"Tahun Baru Sebagai Momen Refleksi Diri'

Penghujung tahun tinggal beberapa saat. Dalam hitungan jam, kita akan melewati akhir tahun ini dan tahun baru akan segera kita hadapi. Banyak orang menyambut datangnya tahun baru dengan merayakan malam pergantian tahun tersebut bersama keluarga, kerabat atau teman-teman. Ada yang menyambutnya dengan bertamasya mengunjungi tempat-tempat wisata, maupun ke gunung atau pantai, ada yang berjalan-jalan dan berkumpul di tempat keramaian seperti di pusat kota, ada pula yang sekedar berkumpul bersama keluarga atau teman sambil mengadakan acara makan-makan atau barbekyu-an serta acara hiburan sebagai pelengkap kemeriahan menyambut datangnya tahun yang baru. Berbagai keseruan serta kemeriahan di malam akhir tahun dimeriahkan di berbagai tempat. 

Namun, apakah menyambut datangnya tahun yang baru harus selalu diisi dengan berbagai kemeriahan? Apa makna dari berakhirnya tahun yang sekarang akan segera kita lewati dan datangnya tahun yang akan kita jalani berikutnya? Bagaimana kita menyikapi kehadiran tahun baru dengan lebih memahami makna sejati dari pergantian tahun tersebut?

Tidak mengapa apabila kita menyambut tahun yang baru dengan berkumpul dengan orang-orang terdekat yang kita sayangi. Barangkali salah satu alasan yang bisa dipahami secara positif adalah bahwa waktu pergantian tahun merupakan momen untuk mempererat tali persaudaraan atau pun pertemanan dengan mengadakan aktifitas berkumpul bersama-sama setelah beberapa waktu tidak bertemu sambil berbagi kegembiraan bersama. Namun ada baiknya pula apabila kita menyikapi dan memahami esensi waktu pergantian tahun tersebut secara lebih bijak, dengan menjadikan pergantian tahun itu sebagai momen yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri.

 
  Ilustrasi refleksi diri (Sumber       gambar : Pinterest / Veil Vibe       Canvas)

Refleksi diri merupakan suatu cara untuk merenungkan kembali apa yang telah terjadi dan apa saja yang telah dilakukan, setidaknya selama setahun ini, sebagai bahan introspeksi dan mengevaluasi diri untuk menjadikan hidup kita lebih baik di tahun mendatang.

Dengan melakukan perenungan secara mendalam, kita dapat melihat seberapa besar pencapaian kita mengenai segala proses yang kita jalani. Dalam perenungan tersebut juga kita dapat menyadari kekurangan, kegagalan, kesalahan atau ketidakpuasan tentang segala hal yang telah kita kerjakan atau lakukan selama setahun ini. Apabila hal-hal tersebut kita sadari, kita renungkan, kita evaluasi, maka diharapkan segala kekurangan maupun keberhasilan yang belum tercapai dalam setahun ini, akan dapat diperbaiki atau diperbarui di tahun mendatang.

Selain hal itu, berbagai kejadian atau peristiwa serta perasaan yang kita alami dan rasakan dalam setahun ini, bisa kita kilas balik dalam refleksi yang kita lakukan terhadap diri sendiri. Apakah itu peristiwa yang membuat kita senang, bahagia, sedih, kecewa, sakit dan momen-momen mengenai keberhasilan atau pun kegagalan yang kita alami akan terekam dalam refleksi yang kita lakukan. Semua yang  terekam dan kemudian kita renungkan akan menjadi penilaian terhadap diri sendiri untuk lebih berupaya memperbaiki diri di tahun mendatang agar diri kita dan kehidupan kita menjadi lebih baik. Kesalahan maupun kegagalan yang telah terjadi menjadikan pelajaran yang berharga untuk berproses secara lebih baik agar tidak mengulang kesalahan di masa mendatang.

Dengan melakukan refleksi diri, yang kemudian memunculkan tekad untuk memperbaiki diri, akan membangkitkan rasa optimis untuk membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Yang terpenting dari refleksi diri di momen pergantian tahun ini akan melahirkan semangat baru untuk melakukan perbaikan diri serta tindakan nyata yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

Akan lebih bermakna apabila malam pergantian tahun ini tidak sekedar merayakan, memeriahkan atau menyambutnya dengan aktifitas yang gegap-gempita tanpa manfaat yang berarti, namun diisi dengan melakukan refleksi diri yang bermanfaat positif demi kehidupan yang lebih baik juga bermakna yang akan kita hadapi dan kita jalani di tahun mendatang.

Semoga refleksi diri yang kita lakukan di penghujung tahun ini akan membawa perubahan yang lebih baik di tahun depan. Semangat!


Sabtu, 30 November 2024

"Menerapkan Filsafat Stoicisme Dalam Kehidupan Sehari-hari"

Filsafat seringkali dikonotasikan sebagai konsep rumit, abstrak, njelimet sehingga agak sulit dipahami oleh kalangan awam, bahkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun filsafat stoicisme atau dikenal juga sebagai filosofi teras, mengenalkan konsep filosofi yang bersifat praktis sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

      Ilustrasi filsafat stoicisme 
(Sumber : Pinterest / Stoic Walls)

Stoicisme menawarkan cara-cara untuk mengembangkan sikap mental yang lebih tangguh agar bisa tetap tenang menghadapi terpaan hidup.

Inti dari ajaran stoicisme adalah adanya dikotomi kendali, dalam arti ada hal-hal yang bisa kita kontrol/kendalikan (internal) seperti pikiran atau persepsi dan tindakan kita sendiri dan ada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol/kendalikan (eksternal) seperti situasi yang ada di luar kendali kita, kondisi cuaca, opini atau emosi orang lain. 

Stoicisme lebih menekankan pada cara pengendalian diri terhadap situasi yang berada di luar kendali kita. Filosofi teras ini merupakan cara tentang bagaimana mengendalikan emosi negatif atas situasi yang tidak sesuai dengan kehendak kita, tidak mengenakkan, tidak membuat kita nyaman menjadi suasana yang dibuat nyaman oleh pengendalian diri kita sendiri dengan pikiran dan persepsi yang kita bangun sendiri.

Mengapa ajaran filsafat kuno ini perlu diterapkan di masa serba modern seperti saat ini?
Seberapa penting stoicisme bisa diterapkan di situasi pada masa kini dalam kehidupan sehari-hari?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita bahas bagaimana ajaran stoicisme bisa dan perlu kita terapkan di kehidupan saat ini.

Di dalam hidup, seringkali kita dihadapkan pada situasi di luar kendali kita, seperti adanya musibah, cuaca ekstrem yang membuat tidak nyaman dalam melakukan aktifitas, kondisi ekonomi yang tidak menentu, kesulitan atau kegagalan yang tidak kita harapkan, pekerjaan yang tidak memuaskan, masalah yang membuat kita stress dan panik dalam menghadapinya, situasi yang menghambat atau menghalangi aktifitas kita, atau juga dihadapkan dengan orang-orang yang menyebalkan, mengganggu bahkan merugikan kita juga orang-orang lain. 

Di masa kini, kita dihadapkan pada situasi dengan berbagai persoalan sosial yang kompleks yang seringkali membuat kita terganggu atau tidak nyaman, seperti kemacetan di jalanan, suasana bising kendaraan yang memekikkan telinga, pengendara yang ugal-ugalan, orang yang berkelakuan seenaknya di kendaraan umum ataupun fasilitas umum lainnya, atasan yang arogan di tempat kerja, rekan kerja yang bersaing secara tidak sehat, teman satu sekolah yang selalu mengganggu, kerabat atau tetangga yang selalu ikut campur urusan pribadi kita, bertemu dengan orang-orang toxic dan lain sebagainya.

Apalagi di era yang serba digital ini, tidak jarang kita memperhatikan tulisan atau kata-kata, gambar, foto, video di media sosial yang memperlihatkan ketidaknyamanan, seperti ada orang yang sering pamer kekayaan atau pamer kemesraan di media sosial yang membuat risih, adanya ujaran kebencian, saling ejek, saling hina, saling hujat diantara pengguna media sosial ataupun adanya bullying yang diperlihatkan di media sosial tersebut.

Situasi dan kondisi yang tidak sesuai dengan keinginan atau kehendak kita, kadang membuat kita kecewa, sedih, marah, frustrasi atau tidak nyaman. Dalam situasi seperti itulah kita dituntut untuk berpikir dan bersikap tenang dan menyadari bahwa itu merupakan hal yang berada di luar kendali kita. Kita tidak dapat mengatur ataupun merubah situasi eksternal sesuai kehendak kita. Yang harus kita lakukan adalah meredam, mengendalikan emosi negatif yang kita rasakan terhadap situasi yang tidak bisa kita kendalikan tersebut berdasarkan pikiran atau persepsi yang kita bangun.

Dengan menerapkan stoicisme, menyadari bahwa kita hanya bisa mengendalikan apapun yang sanggup kita kendalikan, daripada kita mengeluh, mengecam atau marah terhadap masalah maupun situasi yang tidak mengenakkan kita, alangkah lebih baik kita membiarkannya, tidak terpancing secara emosional dan tetap fokus pada tujuan kita. Karena dengan mengikuti emosi negatif malah akan memperburuk keadaan. 

Dengan menerapkan prinsip dalam ajaran stoicisme itu juga, kita akan merasa lebih tenang menghadapinya dan sebisa mungkin membuat diri kita tetap merasa nyaman di tengah situasi ataupun persoalan yang sedang kita hadapi. Dalam istilah kekinian yang seringkali kita dengar, kita perlu untuk tetap menjaga kewarasan dengan tidak ambil pusing hal-hal yang tidak mampu kita kendalikan agar terhindar dari stress atau depresi.

Jadi prinsip utama yang penting dalam menerapkan stoicisme dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan sadar diri dan memfokuskan diri bahwa ada sesuatu hal di luar diri kita yang tidak bisa kita kendalikan dan berpikir dengan nalar bahwa kita mampu mengendalikan pikiran, persepsi juga perasaan atau emosi kita terhadap situasi eksternal tersebut.

Dalam konsep stoicisme, bahagia itu sederhananya adalah terhindar dari segala hal yang membuat kita terganggu. Bahagia itu tergantung pada bagaimana kita berpikir dan menyikapi situasi yang kita hadapi dan tidak mengingini sesuatu yang di luar kendali diri kita.



Sumber pustaka:
Henry Manampiring, "Filosofi Teras : Filsafat Yunani - Romawi Kuno Untuk Mental Tangguh Masa Kini"

Sumber gambar:
Pinterest, Stoic Walls



Rabu, 30 Oktober 2024

"Salahkah Menjadi Seorang Introvert?"

Seseorang yang memiliki kepribadian introvert sering dipandang sebagai orang yang pendiam, pemalu, tertutup, penyendiri atau tidak mau bergaul. Bahkan tidak jarang dianggap anti sosial. Padahal introvert dan anti sosial sangatlah berbeda.

Dikarenakan karakternya yang unik, orang berkepribadian introvert sering dianggap aneh. Bahkan tidak jarang, keunikannya tersebut dijadikan bahan ejekan hingga obyek perundungan. 

Ilustrasi orang introvert (Sumber : Pinterest / Kingston Carol)

Sebelum membahas lebih jauh tentang uniknya kepribadian introvert, mari kita terlebih dahulu mengenal perbedaan introvert dengan anti sosial, agar tidak salah memahami.

Introvert merupakan salah satu tipe kepribadian sedangkan anti sosial merupakan salah satu penyakit mental, penyimpangan atau gangguan kepribadian yang sering disebut sebagai anti social personality disorder (ASPD). 

Introvert merupakan tipe kepribadian yang memperoleh energinya apabila sedang sendirian. Ia akan merasa mudah lelah ketika berada di keramaian. Bukan berarti dia anti terhadap hubungan sosial atau pun interaksi sosial dengan orang lain, tetapi ia merasa lebih nyaman ketika sendiri dan membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi yang terkuras setelah berada di keramaian.

Sedangkan orang yang anti sosial adalah orang yang memiliki penyimpangan atau gangguan kepribadian yang tidak suka melihat orang lain ataupun situasi yang bagi orang-orang secara umum dinilai baik. Apabila ia berinteraksi atau menjalin hubungan sosial dengan orang lain, ia membangun hubungan tersebut berlandaskan kepentingan tertentu, bukan dengan keterikatan yang tulus. Ia cenderung bertindak merugikan bahkan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam hal menjalin hubungan sosial, seorang introvert sangat menghargai hubungan sosial yang dibangunnya, terutama dengan orang-orang terdekatnya. Meskipun circle pergaulannya relatif kecil, namun ia berusaha untuk membangun hubungan sosialnya secara berkualitas dan memiliki perhatian serta kepedulian yang tinggi terhadap orang-orang terdekatnya yang membuatnya nyaman.

Sedangkan seseorang yang anti sosial mempunyai pandangan negatif terhadap hubungan sosial. Ia menganggap bahwa membangun hubungan sosial itu tidak berguna, merasa dapat melakukan segala sesuatu seorang diri dan tidak menyukai orang lain, bahkan seringkali merugikan banyak orang.
Saat berinteraksi dengan banyak orang, ia mempunyai alasan atau kepentingan tertentu. Ia berpura-pura baik kepada orang lain yang ditemuinya padahal sebenarnya tidak peduli bahkan tidak memiliki rasa empati terhadap orang lain. Ia cenderung bersikap manipulatif dan seringkali melanggar norma ataupun hak orang lain tanpa rasa menyesal.

Setelah memahami tentang anti sosial, jangan samakan lagi dengan introvert yaa, karena itu merupakan dua hal yang jelas sangat berbeda.

Sekarang, mari kita kembali ke topik awal, yaitu apakah salah bila seseorang itu memiliki kepribadian introvert, sampai dianggap aneh bahkan dibully?
Yuk, kita pahami lebih jauh siapa dan bagaimana sih sang introvert yang unik itu.

Berseberangan dengan orang-orang berkepribadian ekstrovert yang memperoleh energi dari stimulus dunia luar, orang dengan kepribadian introvert mendapatkan energi saat sedang sendirian. Seperti telah disinggung sebelumnya, bagi introvert terlalu banyak menerima stimulus dari dunia luar membuatnya mudah lelah dan ia membutuhkan waktu sendirian untuk recharge energi, seperti yang ditulis oleh Dr. Jennifer Kahnweiler dalam "The Introverted Leader Building On Your Quiet Strength". Jadi sekarang sudah paham alasannya ya, mengapa introvert itu suka menyendiri.

Selain ciri khas yang melekat pada diri seorang introvert tersebut, ada ciri lain yang membedakannya dari orang-orang ekstrovert, antara lain:
• lebih suka belajar dengan cara mengamati tentang apapun, apalagi hal-hal yang menarik baginya
me time merupakan suatu hal yang membahagiakan dan juga merupakan saat untuk memperoleh ide dan mengembangkan potensi serta kreatifitasnya
• lebih suka menjadi penyimak dan pendengar yang baik daripada banyak berbicara
• tidak suka menjadi pusat perhatian, ia lebih nyaman bila bekerja di belakang layar dan tidak ingin terlihat paling menonjol
• berhati-hati saat berbicara, biasanya cenderung banyak berpikir dan pertimbangan sebelum berbicara di depan forum ataupun kepada orang-orang yang baru dikenalnya
• suka membaca buku, baik buku-buku yang menambah wawasan pengetahuannya maupun sekedar hiburan di saat-saat me time nya
• biasanya suka memelihara hewan peliharaan dan memperlakukannya sebagai teman ataupun bagian dalam hidupnya
• bila sedang berada di tengah circle-nya atau orang-orang terdekatnya yang membuatnya nyaman, seperti keluarga atau sahabatnya, meski terkesan pendiam, ia akan bersikap terbuka atau bebas mengekspresikan perasaannya layaknya seorang ekstrovert.

Melihat ciri-ciri yang nampak unik tersebut, banyak hal menarik dari seorang introvert. Ada energi positif pada diri introvert bagi orang-orang (circle) di sekitarnya. Dengan kesendiriannya ia juga bisa mengembangkan potensi diri yang bermanfaat untuk dirinya maupun orang lain. 

Dengan memahami tentang bagaimana kepribadian introvert, sesungguhnya orang-orang yang berkepribadian introvert ini menarik dan menyenangkan sebagai teman bergaul, berdiskusi bahkan bersahabat bila sudah mengenalnya lebih dalam dan berteman dengan seorang introvert akan merasakan kenyamanan tersendiri. 

Seperti pepatah mengatakan bahwa "tak kenal maka tak sayang", maka kenalilah terlebih dahulu temanmu yang berkepribadian introvert sebelum melakukan bullying atau perundungan terhadapnya. Apabila ada orang-orang yang melakukan perundungan terhadap seseorang dikarenakan ia introvert sebenarnya sungguh tidak beralasan. Dapat terlihat pula bahwa itu berarti yang bermasalah dalam perilaku serta kepribadiannya adalah pelaku perundungan tersebut, bukan?

Setelah kita paham mengenai introvert, maka jawaban atas pertanyaan yang merupakan judul tulisan ini adalah "menjadi seorang introvert itu sama sekali bukan suatu kesalahan" karena  introvert merupakan salah satu tipe kepribadian dengan karakteristik khas sedemikian rupa. Begitu pula halnya dengan orang bertipe ekstrovert yang tentunya juga memiliki karakteristik khas yang memang demikian adanya. Untuk itu, tidak ada salahnya bagi para ekstrovert maupun ambivert dapat memahami perbedaan yang dimiliki oleh seseorang berkepribadian introvert, karena pada hakikatnya manusia tercipta dengan beragam karakter yang masing-masing memiliki kelebihan juga kekurangan.

Bagi teman-teman yang merasa memiliki ciri kepribadian introvert, yuk cintai diri, kembangkan potensi yang dimiliki dan tunjukkan pada dunia bahwa seorang introvert itu punya kelebihan dan kekuatan tersendiri, punya energi positif yang bermanfaat buat banyak orang dan mampu menjadi hebat.


Sumber artikel :
• IDNTimes / Marliana Kuswanti
• Halodoc.com / Dr. Jennifer Kahnweiler, "The Introverted Leader Building On Your Quiet Strength"

Sumber gambar :
• Pinterest / Kingston Carol

Senin, 30 September 2024

"Pentingnya Quality Time Bersama Anak"

Kondisi kehidupan sosial ekonomi saat ini mengharuskan banyak orangtua menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di luar rumah, sehingga para orangtua kehilangan momen membersamai tumbuh kembang anak-anak mereka, khususnya bagi seorang ibu.

Ilustrasi quality time ibu dan anak (sumber : Pinterest / Tara Hakari)

Dalam sebuah keluarga, peran ibu sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental anak. Perhatian, kepedulian, rasa sayang, rasa aman, rasa nyaman dan pentingnya pola asuh serta pola didik dari orangtua sangat dibutuhkan oleh anak. Hal-hal tersebut seringkali terabaikan oleh orangtua karena kesibukannya bekerja.

Terkadang, bukan ketidakpedulian yang menjadi alasan orangtua tidak mendampingi anaknya, namun banyaknya waktu yang tersita untuk bekerja dan kelelahan fisik maupun pikiran setelah bekerja, menyebabkan waktu untuk anak semakin terhabiskan.

Meskipun tubuh dan pikiran terasa lelah, orangtua tetap harus menjalankan perannya sebagai orangtua bagi anak-anaknya. Untuk itu, sangat penting untuk meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya, dikhususkan pada waktu yang berkualitas buat anak-anak, yang dikenal dengan istilah "quality time", waktu yang relatif sedikit namun sarat makna.

Mengapa quality time sangat penting bagi anak?
Secara naluriah, anak membutuhkan orangtua sebagai tempat berlindung, tempat berbagi perasaan yang dianggapnya paling aman dan nyaman, juga sebagai role mode atau teladan yang dapat ditiru oleh anak. Hal-hal tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan dan kestabilan emosi dan mental anak. Apalagi jika mempunyai anak di usia sekolah, bahkan saat beranjak remaja, yang secara emosional kondisi mentalnya seringkali tidak stabil karena berada di fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa.

Pada saat-saat tertentu anak butuh waktu sendiri untuk mencari jati dirinya dan ada saatnya anak butuh sosok pelindung, pengayom sekaligus teman atau sahabat yang bisa menerima dia apa adanya, memahami ketidakstabilan emosinya, mengerti tentang perasaannya ataupun segala pengalaman yang dihadapinya dan seseorang yang bersedia mendengarkan segala keluhan dan masalah yang dia rasakan atau alami. Di lingkungan keluarga, orangtualah yang sepatutnya bisa memenuhi hak anak dalam situasi dan kondisi tersebut.

Dalam suasana yang disebut sebagai quality time bagi anak bersama orangtua, terutama bersama ibu sebagai orang terdekat bagi mereka dalam keluarga, jika sang ibu bisa membawa anak-anak dalam kenyamanan, mereka akan merasa dirinya dihargai, diperhatikan, dipedulikan serta dimengerti oleh orangtuanya. Hal tersebut sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh anak. Untuk itu, sebagai orangtua harus memiliki kepekaan, kepedulian serta kebijaksanaan untuk bersedia menjadi "sahabat" bagi anak.

Mengapa hal itu bisa didapatkan dan diwujudkan pada saat quality time?
Karena pada waktu berkumpul bersama, meskipun intensitas waktu yang dimiliki hanya sedikit, akan membangun kedekatan serta keakraban yang mempererat hubungan antara orangtua dengan anak. Pada situasi tersebut, saat anak merasa nyaman dengan orangtua, anak akan terbuka dan dengan senang hati bercerita apapun yang dirasakan dan dialaminya. Orangtua sekedar mendengar, menyimak dan memahami apa yang mereka rasakan pun, tentu saja tanpa menyela, sudah cukup membuat mereka nyaman, merasa didengar, merasa dimengerti dan merasa dihargai, dan yang terpenting, mereka memiliki teman atau sahabat terbaik yang sungguh bisa mereka percayai atas segala keterbukaan mereka.

Dalam momen itu pun, orangtua sekaligus bisa memberikan wawasan pengetahuan juga persepsi atau edukasi tentang banyak hal dalam rangka pembentukan kepribadian dan mental anak dalam mempersiapkan situasi dan kondisi di lingkungan sosial di luar rumah pada saat tidak didampingi atau dibersamai orangtuanya.

Apa dampak positif bagi anak apabila merasa akrab dengan orangtua yang dibangun dalam quality time?
Kedekatan, keakraban dan kenyamanan yang diperoleh anak dari orangtuanya karena seringkali berbagi perasaan dan pengalaman yang diungkapkan pada saat quality time, menyebabkan anak memiliki sahabat sejatinya di dalam keluarganya sendiri. Dengan demikian, anak akan merasa "cukup orangtuaku yang paham tentang aku", tidak perlu mengumbar cerita, keluhan, kesulitan dan masalahnya kepada sembarang orang. Selain itu, apabila anak menghadapi kesulitan atau masalah di luar rumah, dia akan langsung menemui dan meraih orangtuanya, bukan lari dan berkeluh kesah mengadukan masalahnya kepada orang lain, yang seringkali bukannya memberi solusi, melainkan malah menambah keruh masalah karena ketidakpahaman mereka.

Selain itu, keakraban dengan anak, dapat memberikan pengaruh positif bagi anak dalam hal pembentukan kepribadian dan mental anak di lingkungan sosial yang lebih luas. Dengan kenyamanan yang diperoleh di dalam lingkungan keluarga, anak akan lebih siap menghadapi berbagai persoalan pada lingkungan sosial yang ditemuinya, terutama pada saat orangtua tidak bisa mendampingi atau menemani anak di kesehariannya karena kesibukan orangtuanya.

Pola asuh dan edukasi yang diberikan orangtua kepada anak-anak mereka pada saat quality time, meskipun pada waktu yang relatif singkat namun menanamkan nilai-nilai kebersamaan yang berkualitas akan menjadi bekal bagi anak-anak untuk menjadi anak yang memiliki mental yang kuat dan tangguh di lingkungan sosial yang lebih luas. Bukan saja untuk kehidupan di masa kini, tetapi juga mempersiapkan mental mereka saat dewasa kelak agar tidak menjadi pribadi yang lemah dan manja.

Dari kedekatan emosional yang dibangun pada saat quality time, orangtua tidak hanya akan lebih mengenal dan memahami anak-anaknya, tapi juga bisa sekaligus menerapkan edukasi, norma serta nilai-nilai etika yang diperlukan bagi anak sebagai bekal di kehidupannya. Dengan persiapan dan kesiapan yang diperoleh anak dalam keluarga, orangtua akan merasa tenang mengamati tumbuh kembang anak meskipun tidak secara langsung mengawasi dan mendampingi mereka karena kesibukan orangtua. 

Sesibuk apapun para orangtua, tetaplah luangkan waktu yang walaupun sedikit namun berkualitas untuk membersamai anak-anak kita. Karena dari waktu yang berkualitas diharapkan mampu menciptakan anak-anak yang berkualitas, baik dalam hal kecerdasan secara kognitif maupun secara emosional.







Sabtu, 24 Agustus 2024

"Menjadi Karyawan atau Wirausahawan?"

Bekerja untuk memperoleh penghasilan merupakan sesuatu yang hakiki bagi seseorang, terutama untuk membiayai segala kebutuhan hidupnya maupun demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Ilustrasi orang bekerja untuk memperoleh banyak uang (sumber gambar : pinterest, lizagr)

Untuk mendapatkan penghasilan, seseorang bisa bekerja secara formal di instansi pemerintah, BUMN atau di perusahaan swasta. Dengan bekerja sebagai karyawan di sektor formal, kita memperoleh penghasilan berupa gaji atau upah kerja.

Karena kesempatan dan peluang kerja di sektor formal relatif terbatas dan tentunya adanya persyaratan tertentu yang tidak dimiliki oleh para calon pekerja di sektor formal tersebut, mengharuskan banyak orang memilih alternatif lain untuk bekerja di sektor informal dengan berwirausaha. 

Selain faktor keterbatasan kesempatan bekerja di sektor formal, sebagian orang lebih memilih berwirausaha karena merasa nyaman membangun usaha sendiri. Dengan berwirausaha, bisa berkeinginan untuk berinovasi, berkreasi atau mengembangkan bakat, hobi atau passion-nya yang tentunya memperoleh pendapatan atau penghasilan dari apa yang dikerjakannya. Tidak jarang orang-orang yang bekerja di sektor informal atau seringkali dikenal sebagai wirausahawan ini menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada upah yang diterima para pekerja di sektor formal.

Untuk memperoleh pekerjaan yang nyaman serta penghasilan yang sesuai dengan harapan, mana yang lebih baik dipilih antara bekerja sebagai karyawan di sektor formal ataukah membangun usaha sendiri sebagai wirausahawan?

Ilustrasi orang berpikir untuk memilih pekerjaan (sumber gambar : pinterest, bluewinter)

Menjadi karyawan yang bekerja di sektor formal atau menjadi wirausahawan di sektor informal adalah sebuah pilihan yang masing-masing mempunyai keuntungan atau kelebihan serta konsekuensi atau resiko yang harus diterima. Selama orang yang menjalaninya nyaman dan menikmati pekerjaannya, tidak jadi masalah, bukan?

Bagi teman-teman yang sedang bingung memilih ingin bekerja di sektor formal atau informal, berikut kita bahas sedikit gambaran sederhana mengenai hal-hal yang merupakan kelebihan dan konsekuensi tertentu, yang bisa dijadikan acuan maupun pertimbangan dalam memilih pekerjaan.

Kelebihan menjadi karyawan di sektor formal, antara lain :
• memperoleh gaji atau upah kerja tetap dan teratur yang ditentukan oleh kebijakan instansi atau perusahaan yang bersangkutan yang biasanya disesuaikan dengan jenjang pendidikan, jabatan, jenis pekerjaan, resiko pekerjaan ataupun lamanya waktu bekerja
• tidak perlu repot memikirkan modal dan juga kerugian perusahaan karena tugas kita hanya bekerja sebagai karyawan
• ada asuransi tenaga kerja yang menjamin keamanan dan keselamatan kerja
• di masa tertentu bisa memperoleh upah tambahan saat bekerja lembur, bonus kerja, insentif atau kenaikan jabatan
• mendapat jatah libur atau cuti bekerja pada waktu-waktu tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk mengurus keperluan pribadi ataupun keluarga
• mendapat uang pensiun (bagi pegawai di instansi negara atau pemerintahan) atau pesangon (bagi pegawai/karyawan di perusahaan swasta) pada saat berhenti bekerja atau masa purnabakti

Konsekuensi menjadi karyawan di sektor formal, antara lain :
• tidak bisa menentukan atau menawar gaji atau upah kerja sesuai keinginan pekerja/karyawan
• waktu bekerja ditentukan dan diatur oleh kebijakan instansi atau perusahaan
• bekerja sesuai aturan dengan instruksi atau perintah dari atasan tempat kita bekerja yang harus ditaati dengan sanksi tegas bila dilanggar
• tidak bisa mengembangkan kreatifitas sendiri karena bekerja sesuai kapasitas atau bidang kerja tertentu yang ditentukan instansi atau perusahaan
• terkadang muncul konflik secara vertikal dengan atasan atau bawahan karena ketidaksesuaian persepsi atau cara kerja dalam team, ataupun konflik secara horizontal dengan rekan sesama karyawan misalnya persaingan kerja secara tidak sehat
• kondisi perusahaan yang bermasalah memungkinkan untuk terjadinya keterlambatan pembayaran upah karyawan, pemotongan waktu kerja yang berdampak pada pengurangan upah, pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap karyawan sehingga karyawan kehilangan pekerjaan

Adapun kelebihan bekerja sebagai wirausahawan, antara lain :
• bekerja sesuai minat, kegemaran atau passion, ataupun sesuai keterampilan  dan keahlian yang kita miliki
• banyak pilihan jenis bidang usaha yang akan dijalankan, juga bisa menjalankan beberapa jenis usaha sekaligus bila memungkinkan
• bisa berkreasi secara leluasa dan mengembangkan bakat sesuai keinginan dan kemampuan yang dimiliki 
• waktu bekerja ditentukan oleh kita sendiri, termasuk menentukan kapan kita bekerja lembur dan kapan kita ingin libur bekerja
• kita bisa mengelola usaha sesuai keinginan, seperti apa jenis usaha yang ingin kita jalankan, kapan waktu bekerja dimulai dan berapa lama waktu kita bekerja dalam sehari, siapa saja yang kita ajak untuk  bekerjasama dalam usaha kita, berapa anggaran yang akan kita keluarkan untuk membangun usaha, berapa harga produk yang kita jual atau tarif jasa bila usaha kita di bidang jasa atau pelayanan, dimana kita akan mendirikan tempat usaha dan bagaimana cara usaha kita akan dijalankan
• apabila usaha kita berkembang atau maju, kita akan memperoleh penghasilan yang besar dan dari keuntungan besar yang kita peroleh, kita bisa mengembangkan usaha yang lebih besar atau bisa juga menambah cabang usaha serupa maupun usaha lain

Konsekuensi atau resiko bekerja sebagai wirausahawan, antara lain :
• harus memiliki modal untuk memulai usaha, bisa berasal dari modal pribadi maupun pinjaman dari lembaga dana tertentu
• harus memiliki keterampilan atau keahlian yang cukup mumpuni untuk membangun dan mengelola usaha dengan baik agar meminimalisasi resiko kerugian dalam usaha yang dijalankan
• keuntungan yang diperoleh  tidak menentu atau tidak tetap, hasil yang didapat bisa besar, bisa kecil atau sedikit, bahkan bisa merugi
• tidak ada waktu libur dalam berwirausaha untuk mendapatkan hasil yang optimal, apalagi bila ada banyak orderan atau pesanan yang dikejar deadline 
• tidak ada jaminan pensiun atau pesangon, karena itu wirausahawan harus pandai dan bijak mengelola keuangan usahanya agar pada saat mengalami kerugian atau dihadapkan pada masa sulit dalam situasi ekonomi tertentu atau pada saat berhenti bekerja di masa tua, ada simpanan finansial untuk mengatasi masalah-masalah tersebut
• kondisi ekonomi yang melemah atau bermasalah, kurangnya keahlian mengelola usaha, kegagalan produksi atau adanya musibah sebagai resiko usaha, bisa memungkinkan untuk mengalami kerugian, bahkan usaha menjadi bangkrut

Demikian gambaran sederhana mengenai pilihan pekerjaan, apakah ingin menjadi karyawan di sektor formal ataukah membangun usaha sendiri sebagai wirausahawan? Semua jawaban kembali kepada diri masing-masing para calon pekerja. Apapun pekerjaan yang kita pilih selalu ada nilai positif maupun konsekuensi yang kita terima.

Selamat memilih, apapun yang menjadi pilihan untuk dikerjakan, semoga membuat nyaman dalam bekerja dan semoga sukses...


Kamis, 11 Juli 2024

"Berlibur Bersama Anak, Momen Terbaik Menjalin Keakraban Dengan Anak"

Hari libur merupakan saat yang dinantikan sebagai waktu untuk beristirahat dari rutinitas sehari-hari yang dipergunakan untuk bekerja atau bersekolah. Hari libur juga bisa dimanfaatkan sebagai momen kebersamaan dengan keluarga.

  Ilustrasi berlibur bersama anak

Banyak hal yang bisa dilakukan bersama anak-anak pada saat hari libur, apalagi di masa liburan sekolah yang waktunya lebih panjang. Ini adalah saat yang berharga untuk berbagi kebahagiaan dan keharmonisan antara orang tua dan anak-anak.

Memanfaatkan waktu berlibur bisa dengan berbagai cara dan diisi dengan berbagai acara atau kegiatan bersama. Bisa dengan beraktifitas bersama di rumah maupun di luar rumah. Apapun aktifitasnya, yang terpenting adalah dilakukan bersama-sama.

Sebenarnya, rumah merupakan tempat yang paling nyaman untuk melakukan quality time bersama anak di saat libur. Apapun kegiatan yang biasanya tidak sempat dilakukan dalam keseharian karena kegiatan dan kesibukan masing-masing anggota keluarga, bisa dilakukan saat hari libur. Dari mulai mengobrol santai atau berbagi cerita tentang pengalaman atau kegiatan sehari-hari di sekolah, memasak dan makan bersama, berkebun bersama, berolahraga bersama ataupun sekedar membereskan rumah secara bersama-sama.

Apabila libur panjang tiba, ada baiknya juga bisa melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata, seperti ke pantai, perkebunan, naik gunung, berkemah di alam terbuka,  mengunjungi tempat atau situs bersejarah sehingga bisa berwisata sambil mengedukasi anak-anak, ataupun sekedar berwisata kuliner sambil berbagi cerita.

Selain melepas penat karena rutinitas, liburan juga bisa menjadi momen untuk mengakrabkan diri dengan anak-anak dan mempererat hubungan antara orang tua dengan anak-anak. Jadi, disamping menyegarkan tubuh yang lelah selama bekerja dan bersekolah, liburan juga bisa menyegarkan kembali suasana jiwa karena dengan melakukan aktifitas yang menyenangkan membuat seluruh anggota keluarga menjadi bahagia dan ikatan bathin antara orang tua dengan anak semakin dekat dan erat.

Momen liburan juga membuat anak-anak merasa nyaman bersama orang tua karena orang tua memberikan waktu dan perhatian untuk mereka. Dengan liburan, orang tua dengan anak bisa berbagi waktu berkualitas di sela-sela kesibukan masing-masing. Dengan waktu liburan bersama yang berkualitas, anak-anak akan siap menghadapi rutinitas kembali dengan ceria dan bahagia.


Sumber gambar: Pinterest (pngtree)




Kamis, 20 Juni 2024

"Sahabat Pena Yang Kini Menghilang"

Apakah ada diantara teman-teman yang pernah mengalami saat-saat menanti dengan rasa penasaran suara kring-kring sepeda pak pos yang membawakan sepucuk surat untuk kita dari seseorang yang berada nun jauh disana?

Ilustrasi pak pos yang membawakan kiriman surat
Sumber gambar: Pinterest

Jika demikian, itu artinya kita sebaya dan mempunyai pengalaman yang sama tentang surat-menyurat. Jadi, bagi teman-teman sesama penggemar surat-menyurat, yuk kita bernostalgia bersama mengenang sahabat pena di masa remaja kita.

 
Ilustrasi surat dari sahabat pena
Sumber gambar: Pinterest

Sebenarnya media komunikasi dengan surat-menyurat sudah ada sejak jaman dahulu, yaitu sejak tahun 2000 SM di Mesir. Seiring perkembangan bisnis internasional yang makin meluas, pada abad ke-13 di Eropa perihal surat-menyurat mulai dikembangkan dengan pelayanan pos. Adapun di Indonesia, surat-menyurat sudah dikenal sejak jaman kerajaan. Media ini sudah digunakan untuk mengirim informasi, pesan ataupun kabar kepada seseorang atau pihak yang dituju oleh pengirim surat tersebut.

Selain mengirimkan surat atau dokumen resmi, pos juga membantu mengirimkan wesel, kartu pos ataupun surat yang tidak bersifat resmi, seperti mengirim surat untuk keluarga, kerabat ataupun teman di tempat yang berjauhan.

Berteman dengan seseorang yang berjarak jauh bisa dilakukan lewat surat-menyurat yang dikenal dengan sahabat pena. Seperti halnya sahabat di kehidupan nyata, dengan sahabat pena kita bisa saling berbagi kabar, cerita, pengalaman atau apapun yang ingin kita ungkapkan lewat kata-kata di dalam surat. Bahkan sekedar ucapan selamat ulang tahun, saat kelulusan, perayaan hari raya ataupun momen-momen lain yang berarti dan penuh kenangan, bisa saling diungkapkan lewat surat atau kartu pos dengan sahabat pena.

Serunya, apabila kita mengirim surat kepada sahabat pena, surat balasan harus kita tunggu selama beberapa hari sesuai jarak kota atau daerah, atau negara tempat tinggal sahabat pena kita. Dengan begitu, kita dibuat penasaran dengan isi balasan surat kita dan menunggu surat balasan kita tiba merupakan saat-saat penuh harap yang agak mengesalkan namun mengesankan, karena disitulah seninya juga keseruannya dalam bersahabat pena.

Dengan memiliki sahabat pena, selain menambah teman, kita juga bisa mempunyai hobi baru, yaitu filateli (koleksi perangko). Apalagi bila kita punya sahabat pena di luar negeri, kita bisa mengoleksi perangko-perangko unik dari berbagai negara. Bagi penggemar filateli, hal itu merupakan sesuatu yang menarik dan aktivitas yang menyenangkan.

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi, menyebabkan peran surat, khususnya surat tak resmi, sebagai media komunikasi jarak jauh semakin tergeser dan lambat laun pertemanan lewat surat pun mulai jarang digunakan.

Media komunikasi surat tergantikan oleh pager, SMS di handphone, BBM, surat elektronik atau e-mail dan kini ada berbagai media sosial yang bisa digunakan pada telepon pintar atau smartphone.

Media sosial saat ini menawarkan banyak sekali kemudahan untuk berkomunikasi jarak jauh. Apalagi ditambah dengan banyaknya aplikasi serta fitur menarik berupa gambar, foto,  maupun video untuk mengirimkan pesan atau informasi yang ingin kita sampaikan kepada seseorang dimanapun dia berada. Lagipula, media sosial yang ada saat ini bisa dengan mudah terkirim dalam waktu yang sangat singkat dan cepat, seperti halnya berkomunikasi langsung atau bahkan seolah bertatap muka.

Meskipun hingga saat ini surat masih ada dan digunakan oleh beberapa orang maupun instansi, namun dalam hal berteman serta berkomunikasi lewat surat-menyurat sudah semakin ditinggalkan, sahabat pena pun kini menghilang.

Karena berbagai kemudahan berkomunikasi melalui teknologi smartphone ataupun komputer, maka kini tidak ada lagi istilah sahabat pena. Media komunikasi praktis yang bersifat maya atau virtual, menggantikan sahabat pena menjadi sahabat dunia maya atau teman virtual.



Sumber gambar : Pinterest
• Lourdes
• media-cache-ech0.pinimg.com

Sumber data : https://www.kelaspintar.id
2021, Kelas Pintar, "Sejarah Surat Dunia, dari Mesir Hingga Kerajaan Romawi"