Sabtu, 24 Agustus 2024

"Menjadi Karyawan atau Wirausahawan?"

Bekerja untuk memperoleh penghasilan merupakan sesuatu yang hakiki bagi seseorang, terutama untuk membiayai segala kebutuhan hidupnya maupun demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Ilustrasi orang bekerja untuk memperoleh banyak uang (sumber gambar : pinterest, lizagr)

Untuk mendapatkan penghasilan, seseorang bisa bekerja secara formal di instansi pemerintah, BUMN atau di perusahaan swasta. Dengan bekerja sebagai karyawan di sektor formal, kita memperoleh penghasilan berupa gaji atau upah kerja.

Karena kesempatan dan peluang kerja di sektor formal relatif terbatas dan tentunya adanya persyaratan tertentu yang tidak dimiliki oleh para calon pekerja di sektor formal tersebut, mengharuskan banyak orang memilih alternatif lain untuk bekerja di sektor informal dengan berwirausaha. 

Selain faktor keterbatasan kesempatan bekerja di sektor formal, sebagian orang lebih memilih berwirausaha karena merasa nyaman membangun usaha sendiri. Dengan berwirausaha, bisa berkeinginan untuk berinovasi, berkreasi atau mengembangkan bakat, hobi atau passion-nya yang tentunya memperoleh pendapatan atau penghasilan dari apa yang dikerjakannya. Tidak jarang orang-orang yang bekerja di sektor informal atau seringkali dikenal sebagai wirausahawan ini menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada upah yang diterima para pekerja di sektor formal.

Untuk memperoleh pekerjaan yang nyaman serta penghasilan yang sesuai dengan harapan, mana yang lebih baik dipilih antara bekerja sebagai karyawan di sektor formal ataukah membangun usaha sendiri sebagai wirausahawan?

Ilustrasi orang berpikir untuk memilih pekerjaan (sumber gambar : pinterest, bluewinter)

Menjadi karyawan yang bekerja di sektor formal atau menjadi wirausahawan di sektor informal adalah sebuah pilihan yang masing-masing mempunyai keuntungan atau kelebihan serta konsekuensi atau resiko yang harus diterima. Selama orang yang menjalaninya nyaman dan menikmati pekerjaannya, tidak jadi masalah, bukan?

Bagi teman-teman yang sedang bingung memilih ingin bekerja di sektor formal atau informal, berikut kita bahas sedikit gambaran sederhana mengenai hal-hal yang merupakan kelebihan dan konsekuensi tertentu, yang bisa dijadikan acuan maupun pertimbangan dalam memilih pekerjaan.

Kelebihan menjadi karyawan di sektor formal, antara lain :
• memperoleh gaji atau upah kerja tetap dan teratur yang ditentukan oleh kebijakan instansi atau perusahaan yang bersangkutan yang biasanya disesuaikan dengan jenjang pendidikan, jabatan, jenis pekerjaan, resiko pekerjaan ataupun lamanya waktu bekerja
• tidak perlu repot memikirkan modal dan juga kerugian perusahaan karena tugas kita hanya bekerja sebagai karyawan
• ada asuransi tenaga kerja yang menjamin keamanan dan keselamatan kerja
• di masa tertentu bisa memperoleh upah tambahan saat bekerja lembur, bonus kerja, insentif atau kenaikan jabatan
• mendapat jatah libur atau cuti bekerja pada waktu-waktu tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk mengurus keperluan pribadi ataupun keluarga
• mendapat uang pensiun (bagi pegawai di instansi negara atau pemerintahan) atau pesangon (bagi pegawai/karyawan di perusahaan swasta) pada saat berhenti bekerja atau masa purnabakti

Konsekuensi menjadi karyawan di sektor formal, antara lain :
• tidak bisa menentukan atau menawar gaji atau upah kerja sesuai keinginan pekerja/karyawan
• waktu bekerja ditentukan dan diatur oleh kebijakan instansi atau perusahaan
• bekerja sesuai aturan dengan instruksi atau perintah dari atasan tempat kita bekerja yang harus ditaati dengan sanksi tegas bila dilanggar
• tidak bisa mengembangkan kreatifitas sendiri karena bekerja sesuai kapasitas atau bidang kerja tertentu yang ditentukan instansi atau perusahaan
• terkadang muncul konflik secara vertikal dengan atasan atau bawahan karena ketidaksesuaian persepsi atau cara kerja dalam team, ataupun konflik secara horizontal dengan rekan sesama karyawan misalnya persaingan kerja secara tidak sehat
• kondisi perusahaan yang bermasalah memungkinkan untuk terjadinya keterlambatan pembayaran upah karyawan, pemotongan waktu kerja yang berdampak pada pengurangan upah, pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap karyawan sehingga karyawan kehilangan pekerjaan

Adapun kelebihan bekerja sebagai wirausahawan, antara lain :
• bekerja sesuai minat, kegemaran atau passion, ataupun sesuai keterampilan  dan keahlian yang kita miliki
• banyak pilihan jenis bidang usaha yang akan dijalankan, juga bisa menjalankan beberapa jenis usaha sekaligus bila memungkinkan
• bisa berkreasi secara leluasa dan mengembangkan bakat sesuai keinginan dan kemampuan yang dimiliki 
• waktu bekerja ditentukan oleh kita sendiri, termasuk menentukan kapan kita bekerja lembur dan kapan kita ingin libur bekerja
• kita bisa mengelola usaha sesuai keinginan, seperti apa jenis usaha yang ingin kita jalankan, kapan waktu bekerja dimulai dan berapa lama waktu kita bekerja dalam sehari, siapa saja yang kita ajak untuk  bekerjasama dalam usaha kita, berapa anggaran yang akan kita keluarkan untuk membangun usaha, berapa harga produk yang kita jual atau tarif jasa bila usaha kita di bidang jasa atau pelayanan, dimana kita akan mendirikan tempat usaha dan bagaimana cara usaha kita akan dijalankan
• apabila usaha kita berkembang atau maju, kita akan memperoleh penghasilan yang besar dan dari keuntungan besar yang kita peroleh, kita bisa mengembangkan usaha yang lebih besar atau bisa juga menambah cabang usaha serupa maupun usaha lain

Konsekuensi atau resiko bekerja sebagai wirausahawan, antara lain :
• harus memiliki modal untuk memulai usaha, bisa berasal dari modal pribadi maupun pinjaman dari lembaga dana tertentu
• harus memiliki keterampilan atau keahlian yang cukup mumpuni untuk membangun dan mengelola usaha dengan baik agar meminimalisasi resiko kerugian dalam usaha yang dijalankan
• keuntungan yang diperoleh  tidak menentu atau tidak tetap, hasil yang didapat bisa besar, bisa kecil atau sedikit, bahkan bisa merugi
• tidak ada waktu libur dalam berwirausaha untuk mendapatkan hasil yang optimal, apalagi bila ada banyak orderan atau pesanan yang dikejar deadline 
• tidak ada jaminan pensiun atau pesangon, karena itu wirausahawan harus pandai dan bijak mengelola keuangan usahanya agar pada saat mengalami kerugian atau dihadapkan pada masa sulit dalam situasi ekonomi tertentu atau pada saat berhenti bekerja di masa tua, ada simpanan finansial untuk mengatasi masalah-masalah tersebut
• kondisi ekonomi yang melemah atau bermasalah, kurangnya keahlian mengelola usaha, kegagalan produksi atau adanya musibah sebagai resiko usaha, bisa memungkinkan untuk mengalami kerugian, bahkan usaha menjadi bangkrut

Demikian gambaran sederhana mengenai pilihan pekerjaan, apakah ingin menjadi karyawan di sektor formal ataukah membangun usaha sendiri sebagai wirausahawan? Semua jawaban kembali kepada diri masing-masing para calon pekerja. Apapun pekerjaan yang kita pilih selalu ada nilai positif maupun konsekuensi yang kita terima.

Selamat memilih, apapun yang menjadi pilihan untuk dikerjakan, semoga membuat nyaman dalam bekerja dan semoga sukses...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar