Minggu, 26 Januari 2025

"Perlunya Memiliki Sahabat Sebagai Teman Curhat"

Manusia sebagai mahluk sosial tentunya mempunyai kebutuhan untuk berinteraksi dengan manusia lain. Dalam berkehidupan sosial, setiap individu pasti pernah memiliki kawan atau teman sebagai hasil dari interaksinya. Teman adalah seseorang atau beberapa orang yang memiliki makna penting bagi setiap individu, karena dengan memiliki seorang ataupun banyak teman, kita akan merasa bahwa kita tidak hidup sendirian, saling membutuhkan dan saling melengkapi.

Namun, apakah setiap orang yang berteman dengan kita bisa dijadikan sahabat? Belum tentu, karena sahabat memiliki nilai lebih dari sekedar berteman. Sahabat merupakan seseorang atau beberapa orang yang dianggap teman pilihan, yang mempunyai arti dan peran penting dalam circle pertemanan yang kita jalin.

Ilustrasi memiliki sahabat
(Sumber : Pinterest/Chromatikus Cromaticos)

Persahabatan biasanya terjalin tanpa sengaja, terbentuk dengan sendirinya. Bisa karena memiliki cara berpikir yang sama, hobby atau kegemaran yang sama, kesamaan visi tentang memandang hidup, ataupun karena kesamaan karakter atau sefrekuensi dengan kita. Itulah sebabnya, seringkali sahabat dikenal dengan istilah soulmate (teman sejiwa) atau dalam istilah pergaulan kekinian disebut bestie (best friend) yang berarti teman terbaik dalam hidup kita.

Mengapa kita perlu sosok sahabat dalam hidup kita? Seberapa penting peran sahabat dalam menguatkan kondisi psikologis kita?  Perlukah kita menjadikan sahabat sebagai teman curhat?

Seperti halnya tubuh yang membutuhkan asupan makanan dan minuman sehat untuk menambah energi agar bisa beraktifitas dengan kondisi yang sehat, jiwa kita pun membutuhkan sesuatu yang menjadi penguat agar tetap dalam kondisi sehat. Salah satu penguat itu adalah memiliki atau menjalin suatu hubungan dalam ikatan persahabatan.

Memiliki sahabat merupakan salah satu kebutuhan bagi jiwa untuk menciptakan rasa nyaman, bahagia, merasa dipedulikan dan merasa disayangi, tentunya disamping kebutuhan akan pentingnya memiliki keluarga yang harmonis.

Bersama sahabat, kita bisa berbagi perasaan dan pengalaman apapun secara terbuka dan apa adanya, baik suka maupun duka. Dalam ikatan persahabatan, ada suatu komitmen  kejujuran, keterbukaan, saling percaya dan saling pengertian yang dibangun bersama secara tulus. Sahabat adalah orang terdekat yang mampu menerima kelebihan maupun kekurangan kita. Yang terpenting pula, sahabat merupakan orang yang membawa kita ke lingkungan dan kondisi yang baik dan menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam menjalani kehidupan, kita mengalami berbagai fase atau situasi yang membuat kita gembira, bahagia, sedih, kecewa atau bimbang. Pada saat menghadapi situasi-situasi tersebut, ada kalanya kita tidak bisa berbagi perasaan dengan orangtua ataupun anggota keluarga yang lain karena alasan tertentu. Saat demikian, terkadang kita lebih nyaman apabila berbagi cerita dan berbagi rasa dengan sahabat.

Seperti di kala kita sedang galau dalam menghadapi suatu masalah yang terasa berat apabila kita hadapi sendirian, hadirnya sahabat sangat dibutuhkan untuk menemani, berbagi cerita serta memberikan dukungan moril. Berbagi cerita dengan sahabat, tidak hanya akan meringankan beban batin, tetapi juga membuka sudut pandang baru, bahkan solusi atas persoalan yang sedang kita hadapi. Setidaknya, di saat seperti ini peran sahabat sangat penting untuk menguatkan dan menjadikan kita tegar dalam menghadapi persoalan.

Intinya, sahabat lebih dibutuhkan sebagai teman curhat dikala kita sedang menghadapi suatu masalah, situasi dan kondisi dimana kita sedang tidak baik-baik. Biasanya saat kita sedang galau atau sedih, kita tidak mampu berpikir jernih untuk mengambil suatu keputusan, disaat itulah butuh kehadiran sahabat untuk sekedar curhat atau berbagi cerita tentang situasi yang sedang kita hadapi tersebut. Meskipun kadang teman curhat tidak mampu memberikan solusi secara langsung, setidaknya dengan curhat kepada sahabat, beban batin kita akan terasa ringan dan merasa lega setelah curhat kepada sahabat.

Ilustrasi sahabat sebagai teman curhat (Sumber : Pinterest/Barbara)

Curhat kepada sahabat terlihat seperti hal yang sepele, hanya sharing atau berbagi cerita. Namun bila diperhatikan lebih jauh, curhat dengan sahabat sebagai orang terdekat yang kita percayai, akan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental kita. Dengan berbagi curhatan, kita akan mengetahui kondisi yang sedang kita ataupun sahabat kita alami sehingga kita bisa saling melakukan kontrol agar tetap bertahan dalam kondisi yang normal dan tidak melakukan hal-hal menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Misalnya, dengan saling curhat atau sharing dengan sahabat, bisa saling mengingatkan apabila terdapat tanda-tanda atau perilaku yang  menyimpang dalam pergaulan atau masuk ke lingkungan pergaulan yang salah.

Khususnya pada masa remaja yang merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, seringkali dihadapkan pada situasi dengan berbagai problematika sosial sementara kondisi emosional yang cenderung labil, adanya kehadiran sahabat sebagai teman curhat seringkali dibutuhkan. Apalagi bila lingkungan keluarga yang masing-masing terlalu sibuk sehingga tidak memiliki quality time untuk saling berbagi cerita, atau hidup di lingkungan keluarga yang kurang harmonis yang membuat remaja tidak memiliki sosok untuk dijadikan teman berbagi cerita. Bahkan terkadang persoalan di dalam lingkungan keluarga yang justru menjadi pemicu atau penyebab masalah bagi anak atau remaja tersebut. Pada situasi seperti ini, anak yang beranjak remaja atau  masa pra dewasa yang sedang labil tersebut biasanya akan mencari kesenangan di luar rumah bersama teman sebayanya. Dalam hal ini, sangat penting untuk memilih dan memilah siapa saja yang pantas dijadikan teman. Karena bila salah memilih teman dalam bergaul, bisa-bisa remaja tersebut akan terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak baik yang memberikan dampak negatif.

Sahabat sebagai teman curhat juga dibutuhkan di saat seseorang dalam keadaan rapuh, frustrasi, depresi dan putus asa. Apalagi bila seseorang merasa sendirian, kesepian dan merasa diabaikan atau tidak dipedulikan. Dalam kondisi seperti itu, tidak jarang kita temui, bila ia menghadapi suatu persoalan, ia akan merasa frustrasi dan panik sehingga terlintas untuk memutuskan mengakhiri hidup secara tidak wajar. Hal ini tentu saja sangat berbahaya. Untuk itu, kehadiran sahabat yang bisa memahami kondisinya akan sangat dibutuhkan. Apabila ada sahabat yang menemani atau mendampinginya, maka rasa frustrasi dan keputusasaan yang ia rasakan dapat diredam dengan cara curhat atau berbagi cerita tentang masalah yang dihadapinya sehingga ia terhindar dari pikiran negatif untuk mengakhiri hidupnya dikarenakan ia tidak merasa sendirian dalam menghadapi persoalan yang tengah ia alami tersebut. Bahkan, bukan tidak mungkin dengan curhat dan bertukar pikiran atau beradu pandangan, bisa menemukan solusi untuk mengatasi persoalan yang sedang dihadapinya.

Rasa kesepian, frustrasi atau merasa tidak dipedulikan juga bisa saja memicu perbuatan negatif lain yang merugikan diri sendiri, yang akhirnya bukan tidak mungkin bertindak negatif yang merugikan orang lain.
Masuk ke lingkungan pergaulan yang negatif, di saat kondisi jiwa sedang rapuh, akan membawa pengaruh negatif, seperti menyebabkan terjerumusnya seseorang ke dalam jeratan pemakaian obat-obatan terlarang/narkotika atau pergaulan  bebas yang tak terkendali. Hal-hal tersebut akan terhindar apabila memiliki sahabat baik yang mengingatkan, mencegah atau menghindarkan dari hal-hal yang menjerumuskannya.

Persahabatan yang tulus akan memberikan pengaruh yang baik pula dalam kehidupan kita. Apabila orang yang kita anggap sebagai kawan atau teman menyebabkan kita terjerumus ke dalam pergaulan yang salah atau membiarkan kita melakukan suatu penyimpangan, maka itu tidak layak disebut sahabat. Karena sejatinya, sahabat tidak hanya membuat kita nyaman, tapi juga sosok yang bisa membuat kehidupan kita berjalan dengan baik di dalam lingkungan yang baik dan selalu mengingatkan ataupun menyadarkan kita di saat kita hendak melakukan kesalahan atau penyimpangan. 

Dengan demikian, kehadiran sahabat sejati dalam kehidupan kita dapat memberi  pengaruh positif terhadap kondisi kesehatan batin atau jiwa kita. Maka jadilah seseorang yang berperan positif untuk sahabat kita dan selalu jaga dan jangan sia-siakan persahabatan yang telah kita miliki selama ini. Karena seperti pepatah yang mengatakan bahwa "memiliki seorang sahabat yang menemani dan menolong kita saat terpuruk jauh lebih berharga daripada memiliki seratus teman yang hanya bertepuk tangan dan memberikan pujian saat kita berjaya".