Namun, apakah memperingati kemerdekaan hanya sebatas merayakan dan memeriahkannya dengan acara atau selebrasi yang semarak? Lalu, apa sesungguhnya makna kemerdekaan? Apakah bangsa ini sudah sungguh-sungguh merdeka, atau masih ada yang harus diperjuangkan? Kemerdekaan seperti apa yang telah kita peroleh di masa sekarang ini sebagai pribadi maupun sebagai warga negara?
Merdeka adalah kebebasan dari segala bentuk tekanan, penindasan, penjajahan dan penguasaan bangsa asing atau pihak luar. Merdeka juga berarti kebebasan dalam memperoleh kedaulatan untuk menentukan nasib sendiri serta membangun identitas diri secara utuh.
"Merdeka" adalah kata yang sering diteriakkan saat memperingati hari kemerdekaan. Itu akan menyalakan kembali api semangat yang diikrarkan para pejuang kemerdekaan di masa lampau sehingga kita sebagai generasi penerus bangsa mampu mempertahankan dan meneruskan perjuangan mereka untuk mewujudkan negara yang sungguh-sungguh berdaulat dan makmur sejahtera, terbebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan.
Bila zaman dahulu, para pahlawan berjuang sekuat tenaga untuk memperoleh kemerdekaan dengan melawan penjajah bangsa asing. Saat ini, setelah kemerdekaan itu diraih, kita sebagai generasi penerus bangsa, bertugas mempertahankan kemerdekaan tersebut dengan cara mengisi kemerdekaan, memajukan negara dan bangsa ini menjadi bangsa yang benar-benar berdaulat, makmur dan sejahtera. Di masa kini, kita memaknai kemerdekaan dengan cara yang berbeda.
Tokoh proklamator, bung Karno, pernah mengungkapkan pesan yang begitu melegenda : "perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri". Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan dan rintangan kita saat ini lebih besar, karena permasalahan yang kita hadapi berasal dari problematika internal di dalam bangsa ini.
Seperti kutipan yang dinyatakan oleh presiden pertama kita tersebut, telah kita saksikan serta kita alami dan rasakan, berbagai problematika di dalam negeri ini telah menjadi suatu tantangan besar dalam memperjuangkan kemerdekaan yang hakiki sebagai bangsa yang berdaulat, adil, makmur dan sejahtera.
Kita memang sudah tidak lagi dijajah oleh bangsa lain. Sudah 80 tahun bangsa ini merdeka. Tapi kita sebagai warga negara yang merdeka, belum sepenuhnya merdeka secara utuh. Masih banyak persoalan bangsa yang mengesampingkan hak warga negara atau rakyat negeri ini untuk terbebas dari belenggu kemiskinan, kondisi ekonomi dan penghidupan yang tidak layak, kualitas pendidikan yang relatif rendah serta biaya pendidikan yang mahal, masih banyaknya perampasan hak asasi manusia oleh oknum aparat hukum, pembungkaman kebebasan berpendapat, keadilan yang tidak memihak rakyat, kesejahteraan yang timpang, penyediaan lapangan pekerjaan yang sempit sehingga menimbulkan tingkat pengangguran yang tinggi, pembangunan infrastruktur yang tidak merata, tingkat kriminalitas yang semakin tinggi dan meresahkan, korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat yang menyebabkan kerugian negara dan merugikan rakyat, juga berbagai persoalan lain yang membutuhkan solusi untuk menjadikan negeri ini aman, tentram, sejahtera dan berdaulat sebagai suatu bangsa yang merdeka secara hakiki.
Ada kejadian ironis di bulan kemerdekaan kali ini. Situasi dan kondisi politis yang merenggut hak asasi rakyat sebagai warga negara yang seharusnya merdeka, telah dinodai oleh tragedi yang memilukan. Rakyat bergerak melawan ketidakadilan dari pemerintah dan para wakil rakyat yang seharusnya menjadi pengayom rakyat, melalui aksi demonstrasi atau unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan aparat keamanan negara yang seharusnya mengamankan dan melindungi rakyat, ternodai oleh anarkisme oknum aparat terhadap para pengunjuk rasa hingga menimbulkan korban jiwa. Peristiwa yang sangat miris. Masa-masa yang seharusnya diliputi kebahagiaan untuk memperingati kemerdekaan, justru tercederai oleh peristiwa yang jauh dari makna merdeka. Kejadian tragis tersebut memunculkan pertanyaan: apakah rakyat di negeri ini sudah sungguh-sungguh merdeka?
Di masa kini, kemerdekaan belum bisa sepenuhnya dimaknai sebagai suatu kebebasan yang berdaulat bagi seluruh rakyat di negeri ini. Masih banyak tugas dan "pekerjaan rumah" yang harus dibenahi dan dicarikan solusi atas berbagai persoalan bangsa dengan cara duduk bersama, berdiskusi dan beraksi bersama dari seluruh warga negara ini, baik pemerintah maupun rakyat, untuk bisa meraih persatuan dan kesatuan bangsa yang berkeadilan sosial. Ini tugas bersama sebagai seluruh generasi penerus bangsa untuk mencapai kedaulatan, kesejahteraan dan kemajuan negara ini.
Ada tanggung jawab besar yang diemban oleh generasi bangsa sekarang ini. Menyelesaikan segala persoalan di dalam negeri ini, memperbaiki segala kesalahan, kerusakan serta ketimpangan yang telah terjadi dan menatanya kembali menjadi bangsa yang merdeka, berkeadilan dan berdaulat secara hakiki dan mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa ini dengan cara-cara yang positif dan berdasarkan nilai-nilai yang sesuai dengan asas Pancasila.
Tantangan yang ada tidak hanya berasal dari persoalan-persoalan di dalam negeri ini. Tantangan yang berasal dari luar pun tidak kalah penting untuk kita cermati dan kita sikapi dengan positif dan bijak. Di era globalisasi ini, kemajuan pesat bidang teknologi berpengaruh terhadap masuk dan berbaurnya budaya asing dengan budaya yang kita miliki sebagai warisan dari nenek moyang kita. Selain itu, era digital saat ini yang merambah setiap aspek di seluruh dunia membawa pengaruh yang tidak hanya positif, namun juga menimbulkan dampak negatif yang memunculkan berbagai persoalan bagi generasi yang ada saat ini. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh bangsa kita dalam menyikapi dampak dari teknologi digital yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tantangan serta rintangan yang berasal dari persoalan di dalam negeri maupun tantangan yang muncul dari luar, mau tak mau harus kita hadapi dan kita selesaikan dengan bijak. Tidak dengan cara mengabaikan, membiarkan, menolak ataupun mempertentangkan. Segala persoalan harus diselesaikan agar tidak mencederai identitas dan kedaulatan negara ini.
Jangan sia-siakan hasil perjuangan para pahlawan dahulu dan jangan biarkan generasi penerus bangsa ini di kemudian hari kehilangan identitas serta kedaulatannya. Sejatinya, tanah air, bangsa dan negara ini adalah warisan para pendahulu kita yang harus selalu kita jaga keberlangsungannya karena ini semua merupakan titipan bagi generasi anak cucu kita kelak.
Mari kita isi kemerdekaan ini, tidak hanya dengan memperingati dan merayakannya, tapi juga dengan memaknai kemerdekaan dengan karya yang positif, memegang, menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita di masa lampau secara bijaksana, berdasarkan asas Pancasila yang telah kita miliki sebagai bangsa yang berdaulat, sehingga bisa diwariskan kembali kepada generasi di masa depan.
Semoga kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik ini masih menyisakan harapan yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan juga menjadi bangsa besar yang kembali dipandang baik di mata dunia internasional.
Tetap semangat untuk berjuang meraih kemerdekaan sejati.