Kondisi kehidupan sosial ekonomi saat ini mengharuskan banyak orangtua menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di luar rumah, sehingga para orangtua kehilangan momen membersamai tumbuh kembang anak-anak mereka, khususnya bagi seorang ibu.
Dalam sebuah keluarga, peran ibu sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental anak. Perhatian, kepedulian, rasa sayang, rasa aman, rasa nyaman dan pentingnya pola asuh serta pola didik dari orangtua sangat dibutuhkan oleh anak. Hal-hal tersebut seringkali terabaikan oleh orangtua karena kesibukannya bekerja.
Terkadang, bukan ketidakpedulian yang menjadi alasan orangtua tidak mendampingi anaknya, namun banyaknya waktu yang tersita untuk bekerja dan kelelahan fisik maupun pikiran setelah bekerja, menyebabkan waktu untuk anak semakin terhabiskan.
Meskipun tubuh dan pikiran terasa lelah, orangtua tetap harus menjalankan perannya sebagai orangtua bagi anak-anaknya. Untuk itu, sangat penting untuk meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya, dikhususkan pada waktu yang berkualitas buat anak-anak, yang dikenal dengan istilah "quality time", waktu yang relatif sedikit namun sarat makna.
Mengapa quality time sangat penting bagi anak?
Secara naluriah, anak membutuhkan orangtua sebagai tempat berlindung, tempat berbagi perasaan yang dianggapnya paling aman dan nyaman, juga sebagai role mode atau teladan yang dapat ditiru oleh anak. Hal-hal tersebut sangat berpengaruh pada kesehatan dan kestabilan emosi dan mental anak. Apalagi jika mempunyai anak di usia sekolah, bahkan saat beranjak remaja, yang secara emosional kondisi mentalnya seringkali tidak stabil karena berada di fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa.
Pada saat-saat tertentu anak butuh waktu sendiri untuk mencari jati dirinya dan ada saatnya anak butuh sosok pelindung, pengayom sekaligus teman atau sahabat yang bisa menerima dia apa adanya, memahami ketidakstabilan emosinya, mengerti tentang perasaannya ataupun segala pengalaman yang dihadapinya dan seseorang yang bersedia mendengarkan segala keluhan dan masalah yang dia rasakan atau alami. Di lingkungan keluarga, orangtualah yang sepatutnya bisa memenuhi hak anak dalam situasi dan kondisi tersebut.
Dalam suasana yang disebut sebagai quality time bagi anak bersama orangtua, terutama bersama ibu sebagai orang terdekat bagi mereka dalam keluarga, jika sang ibu bisa membawa anak-anak dalam kenyamanan, mereka akan merasa dirinya dihargai, diperhatikan, dipedulikan serta dimengerti oleh orangtuanya. Hal tersebut sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh anak. Untuk itu, sebagai orangtua harus memiliki kepekaan, kepedulian serta kebijaksanaan untuk bersedia menjadi "sahabat" bagi anak.
Mengapa hal itu bisa didapatkan dan diwujudkan pada saat quality time?
Karena pada waktu berkumpul bersama, meskipun intensitas waktu yang dimiliki hanya sedikit, akan membangun kedekatan serta keakraban yang mempererat hubungan antara orangtua dengan anak. Pada situasi tersebut, saat anak merasa nyaman dengan orangtua, anak akan terbuka dan dengan senang hati bercerita apapun yang dirasakan dan dialaminya. Orangtua sekedar mendengar, menyimak dan memahami apa yang mereka rasakan pun, tentu saja tanpa menyela, sudah cukup membuat mereka nyaman, merasa didengar, merasa dimengerti dan merasa dihargai, dan yang terpenting, mereka memiliki teman atau sahabat terbaik yang sungguh bisa mereka percayai atas segala keterbukaan mereka.
Dalam momen itu pun, orangtua sekaligus bisa memberikan wawasan pengetahuan juga persepsi atau edukasi tentang banyak hal dalam rangka pembentukan kepribadian dan mental anak dalam mempersiapkan situasi dan kondisi di lingkungan sosial di luar rumah pada saat tidak didampingi atau dibersamai orangtuanya.
Apa dampak positif bagi anak apabila merasa akrab dengan orangtua yang dibangun dalam quality time?
Kedekatan, keakraban dan kenyamanan yang diperoleh anak dari orangtuanya karena seringkali berbagi perasaan dan pengalaman yang diungkapkan pada saat quality time, menyebabkan anak memiliki sahabat sejatinya di dalam keluarganya sendiri. Dengan demikian, anak akan merasa "cukup orangtuaku yang paham tentang aku", tidak perlu mengumbar cerita, keluhan, kesulitan dan masalahnya kepada sembarang orang. Selain itu, apabila anak menghadapi kesulitan atau masalah di luar rumah, dia akan langsung menemui dan meraih orangtuanya, bukan lari dan berkeluh kesah mengadukan masalahnya kepada orang lain, yang seringkali bukannya memberi solusi, melainkan malah menambah keruh masalah karena ketidakpahaman mereka.
Selain itu, keakraban dengan anak, dapat memberikan pengaruh positif bagi anak dalam hal pembentukan kepribadian dan mental anak di lingkungan sosial yang lebih luas. Dengan kenyamanan yang diperoleh di dalam lingkungan keluarga, anak akan lebih siap menghadapi berbagai persoalan pada lingkungan sosial yang ditemuinya, terutama pada saat orangtua tidak bisa mendampingi atau menemani anak di kesehariannya karena kesibukan orangtuanya.
Pola asuh dan edukasi yang diberikan orangtua kepada anak-anak mereka pada saat quality time, meskipun pada waktu yang relatif singkat namun menanamkan nilai-nilai kebersamaan yang berkualitas akan menjadi bekal bagi anak-anak untuk menjadi anak yang memiliki mental yang kuat dan tangguh di lingkungan sosial yang lebih luas. Bukan saja untuk kehidupan di masa kini, tetapi juga mempersiapkan mental mereka saat dewasa kelak agar tidak menjadi pribadi yang lemah dan manja.
Dari kedekatan emosional yang dibangun pada saat quality time, orangtua tidak hanya akan lebih mengenal dan memahami anak-anaknya, tapi juga bisa sekaligus menerapkan edukasi, norma serta nilai-nilai etika yang diperlukan bagi anak sebagai bekal di kehidupannya. Dengan persiapan dan kesiapan yang diperoleh anak dalam keluarga, orangtua akan merasa tenang mengamati tumbuh kembang anak meskipun tidak secara langsung mengawasi dan mendampingi mereka karena kesibukan orangtua.
Sesibuk apapun para orangtua, tetaplah luangkan waktu yang walaupun sedikit namun berkualitas untuk membersamai anak-anak kita. Karena dari waktu yang berkualitas diharapkan mampu menciptakan anak-anak yang berkualitas, baik dalam hal kecerdasan secara kognitif maupun secara emosional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar