Jumat, 05 Agustus 2022

“Rumah, Tempat Belajar Pertama Bagi Anak”

Rumah adalah tempat berkumpul keluarga yang hakikatnya dan sudah seharusnya membuat nyaman para penghuninya. Seperti jargon yang sering kita dengar yaitu “home sweet home” atau “rumahku istanaku”. Ya, rumah adalah tempat terindah dan sudah seharusnya selalu menciptakan suasana yang manis dan harmonis bagi seluruh anggota keluarga yang ada di dalamnya.

Rumah bukan sekedar bangunan yang menjadi tempat pulang setelah rutinitas di luar rumah. Rumah merupakan tempat sosialisasi dan interaksi diantara anggota keluarga yang menghuninya.

                               Ilustrasi keluarga. Sumber gambar: pngtree (pinterest)

Rumah biasanya dihuni oleh keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak, meskipun kadangkala ada anggota keluarga lain yang ikut serta menghuni rumah yang kita tinggali, seperti orangtua, adik, kakak atau kerabat lainnya (extended family).

Suasana di rumah sangat berpengaruh pada motif interaksi para anggota keluarga dan yang terpenting adalah sarana edukasi bagi anak. Di sinilah anak mulai belajar tentang segala sesuatu dan hal-hal yang dijadikan bekal untuk bersosialisasi di luar rumah.

Sejak lahir ke dunia, hal pertama yang dikenali anak adalah anggota keluarga yang menyambutnya, terutama orangtuanya, khususnya ibu. Interaksi antara si bayi dan anggota keluarga lain adalah belajar pertama yang dilakukan. Oleh karena itu, interaksi positif yang diterima sebagai sarana edukasi anak sangat berpengaruh terhadap kualitas karakter anak di masa-masa mendatang.

Di dalam lingkungan keluarga, anak mulai belajar berkomunikasi, mulai belajar mengenal nama-nama benda, mulai mengenal cara berinteraksi dan bersosialisasi dengan anggota keluarga yang lain, mulai mengenal pendidikan agama, belajar berhitung dan bernyanyi pun dimulai dari lingkungan keluarga di rumah.

Di lingkungan keluarga pula anak pertama kali dikenalkan tentang norma, etika, tata krama, sopan santun dan aturan-aturan normatif lainnya.

Selain itu di dalam lingkungan keluarga juga anak belajar pertama kali tentang nilai kerjasama, cara menyelesaikan masalah dan konflik yang terjadi diantara anggota keluarga lain, juga soal pengendalian emosi, meskipun dalam skala yang sederhana misalnya perselisihan antara kakak dengan adik mengenai pilihan permainan atau siapa yang lebih dulu mandi dan lain sebagainya.

Dari lingkungan keluarga atau lingkungan rumah akan terbentuk karakter seseorang. Bisa kita lihat, apabila lingkungan keluarga di rumah membentuk karakter positif maka anak akan berperilaku positif di lingkungan sosial. Demikian pula sebaliknya, bila lingkungan keluarga di rumah menciptakan suasana negatif maka anak akan melakukan penyimpangan karakter yang bersifat negatif di lingkungan sosial.

Karena pentingnya peran keluarga di lingkungan rumah, khususnya orangtua dalam membentuk karakter seorang anak, maka sangat disarankan agar orangtua menanamkan pola didik yang baik dan positif terhadap anak di lingkungan rumah. Disamping itu dan yang terpenting adalah sikap dan interaksi diantara anggota keluarga yang terjalin dengan baik dan harmonis akan sangat berpengaruh terhadap sikap dan interaksi anak saat berinteraksi dengan orang-orang dan lingkungan sosial di luar rumah.

Dengan kata lain, karakter seseorang di dalam lingkungan sosial sangat tergantung dari pola pendidikan yang ia dapatkan di dalam lingkungan keluarga atau lingkungan di dalam rumah. Maka jadikanlah rumah sebagai tempat terindah dan tempat edukasi yang positif bagi anak-anak kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar